Senin, 11 November 2013

Perkembangan Telematika Dalam Teknologi Informasi

Perkembangan Telematika dalam teknologi informasi

Di Indonesia perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan perkembangannya di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan belangsung pada akhir tahun 1970-an sampai akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan rentang waktunya pada tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan

Periode Rintisan di Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi.
Namun demikian, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup meningkatkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikan pun jauh dari harapan. Walaupun demikian, dalam waktu satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatar belakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984. Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983 bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat.

2. Periode pengenalan

Periode Pengenalan berawal pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan pada tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan tanggap dalam menyongsong tahun 2000.

3. periode Aplikasi

Periode Aplikasi Reformasi pada tahun 2000 banyak disalah artikan, gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Di pihak lain, semuanya itu dapat berlangsung lancar dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era millenium pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Muatannya yang mencapai 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu internet dapat diakses dengan mudah dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.
“Perkembangan Teknologi Telematika Memberi Dampak Signifikan Bagi Kemajuan Bangsa” Pernyataan tersebut disampaikan Menkominfo Sofyan A. Djalil pada sambutan sambutan tertulisnya dalam acara Munas V Mastel di Jakarta (15/3/10).
Lebih lanjut dikatakan Sofyan Djalil, bahwa konsekuensi logis dari fenomena tersebut telah berdampak positif terhadap perkembangan teknologi Telematika. Dalam Konteks Indonesia, perkembangan ini telah memberikan manfaat yang signifikan bagi kemajuan bangsa dan peningkatan daya saing nasional. Teknologi Telematika dalam pembangunan bangsa mempunyai tiga peranan pokok yaitu; sebagai instrument dalam mengoptimalkan proses pembangunan yaitu dengan memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat; dapat dijadikan perekat persatuan dan kesatuan Bangsa; dan berfungsi mengembangkan sistem informasi bagi industri beserta produkturunannya, sehingga berkemampuan meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa bagi Negara. Disamping ketiga peranan pokok tersebut, bidang telematika juga memliki keterkaitan dengan berbagai komponen penting, seperti; teknologi, pengguna, penyelenggara, manufaktur dan investasi. Untuk itu dalam menentukan kebijakan di bidang Telematika, pemerintah selalu berusaha untuk berpijak pada pencapaian Visi dan Misi serta sasaran pembangunan sektor komunikasi dan informasi yang antara lain bertumpu pada penentuan kebijakan : penyelenggaraan, standardisasi dan penggunaan resources telematika. Selain pemerintah, peran serta msyarakat dan dunia usaha juga sangat berpengaruh bagi perkembangan telematika dan pemanfaatannya bagi masyarakat. Dalam hal ini MASTEL telah memberi peran yang sangat besar Dalam memajukan sektor Telematika di Indonesia. Manfaat telematika bagi masyarakat antara lain; dunia pendidikan, asosiasi, para pengamat, industri itu sendiri, parlemen dan sebagainya. Dalam penentuan Kebijakan Telematika, patut didasari dengan visi dan komitmen yang dapat dijadikan pedoman sebagai Visi dan Komitmen Nasional yang mencakup; telematika untuk kemajuan Bangsa; telematika mampu memberi solusi bagi masyarakat secara luas; telematika mampu mendorong industri berbasis teknologi dalam negeri; dan telematika mendorong investasi.

Telematika di Indonesia saat Ini
Tidak dapat dipungkiri dan dihindari perkembangan teknologi akhir-akhir ini terjadi begitu cepat, namun sudah cukup siapkah negara Indonesia kita tercinta ini untuk mengikuti perkembangannya? Atau kita hanya dapat mengkonsumsi dan hanya menjadi incaran pangsa pasar dunia?
Sudahkan negara kita membuat suatu barang atau teknologi yang mampu menembus dan mempengaruhi pasar dunia? Sementara barang-barang dari luar banyak berdatangan dan bahkan “release” di Indonesia. Indonesia sangat bangga akan hal tersebut, barang dengan teknologi baru di”relase” di Indonesia, padahal jika dlihat dari lain sisi justru merekalah yang patut berterimakasih kepada negara kita karena negara kita adalah negara yang konsumtif yang apapun dijual diIndonesia hampir dapat dipastikan akan laris manis…. dan kita bangga akan hal itu… hebaat….
Kondisi sektor telematika saat ini memang tidak sekritis sektor infrastruktur lainnya seperti ketenagalistrikan, jalan, dan perhubungan. Namun, jika tidak dicermati dan diantisipasi dengan saksama, mungkin sektor telematika di Indonesia hanya menjadi pasar gemuk barang-barang konsumtif yang akhirnya berpotensi meninabobokan rakyat dan melemahkan daya saing bangsa. Di samping mendorong pola hidup konsumtif, pada kenyataannya telematika sudah mulai memperburuk situasi “keliru budaya” seperti bertelepon, menonton televisi atau DVD, serta berkirim pesan singkat (SMS) sembari mengemudi di jalan raya. Suatu kondisi yang secara langsung memperparah tingkat kemacetan yang berujung kepada rasa kesal, mudah marah, dan stres pengguna jalan di kota besar. Di sisi lain, terlambatnya operator menggelar jaringan telepon tetap telah menjadikan Indonesia tertinggal. Rendahnya penetrasi telepon tetap (di bawah empat persen) yang ditingkahi oleh mahalnya tarif internet telah menutup peluang publik memanfaatkan telematika untuk memperbaiki tingkat sosial dan ekonomi mereka.Telepon seluler atau ponsel memang telah menjadi alternatif bertelekomunikasi. Namun, kesenjangan digital (digital divide) semakin melebar. Meski sudah mulai merambah ke daerah, ponsel terkonsentrasi di kota-kota besar. Tidak jarang sebuah keluarga memiliki lebih dari empat ponsel, sedangkan masyarakat di pedesaan belum memiliki akses. Tidak bisa dimungkiri bahwa perkembangan industri telematika selalu berjalan lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan pemerintah dalam menyiapkan regulasi dan kebijakan. Kondisi yang sama juga terjadi di negara maju atau negara berkembang lainnya.

Teknologi Telematika

Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakankecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehinggasejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan,menurut keperluan, sampai seluruh dunia.
 Pada saat ini informasi sudah banyak berkembang sedemikian rupa,hanya saja harus adanya dukungan teknologi. Teknologi telematika yangtelah berkembang sehingga mampu menyampaikan suatu informasi.

Contoh-contoh dari teknologi telematika :
-         
      E-goverment
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahansecara elektronik.Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentangtelematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTImempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempeloporiprogram aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan danpendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi danmemantau pelaksanaannya.
Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melaluisarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) olehkomputer dari mana saja.E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanyaantara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsurpemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional.Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atauinstansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

-          E-commerce
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksiperdagangan dilakukan secara elektronik.Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdaganganinternasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (software), perbankan, perpajakan, dan banyak lagi.E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines.
-                      
      E   -learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, daripendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebihterbuka.Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modusbelajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis webatau situs. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek  jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologitelematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, danmahasiswa dengan dosennya.Web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, daninteraksi dalam group, juga sangatlah mendukung.

-         -  Jaringan Wireless
Wireless merupakan teknologi yang bertujuan untuk menggantikan kabelyang menghubungkan terminal komputer dengan jaringan.Wireless LAN distandarisasi oleh IEEE bertujuan untuk menyamakansemua teknologi nirkabel yang digunakan dibidang computer dan untuk menjamin interoperabilitas antara semua product yang menggunakan standar ini.Teknologi wireless memiliki fleksibelitas, mendukung mobilitas,memiliki teknik frequency reuse, selular dan handover, menawarkanefisiensi dalam waktu (penginstalan) dan biaya (pemeliharaan danpenginstalan ulang di tempat lain), mengurangi pemakaian kabel danpenambahan jumlah pengguna dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.Pasar yang menjadi targetnya adalah pabrik, kantor-kantor yangmengalami kesulitan dalam pengkabelan (seperti kantor dengan interiormarmer dll), perkulakan, laboraturium, tempat-tempat yang bersifatsementara (seperti ruang kuliah, rapat, konfrensi dll) dan kampus.
-         
           - Teknologi Wireless Telematika
USA Technologies, Inc (Malvern, PA)telah menerima tiga pemberitahuan dariUS Patent dan Trademark Office untuk aplikasi paten yang berkaitan denganteknologi telematika nirkabel. Aplikasipaten teknologi melibatkan kendaraan untuk menghubungkan ke Internetmelalui perangkat nirkabel untuk kendaraan keamanan dan kendaraan telemetri.
“Teknologi yang berhubungan dengan ini mengizinkan aplikasi paten dealer
mobil dapat memungkinkan untuk memantau kesehatan dan pemeliharaanmobil, mendiagnosa masalah yang mungkin dan bahkan pemeliharaanketertiban bagian, semua sebelum mobil pelanggan mereka bahkan masuk ke
 banyak dealer,” kata Chief Operating Officer Stephen P. Herbert.

“Penerapan lain dari sistem sepert
i ini dapat memungkinkan pemilik mobil, ataupolisi, untuk memantau lokasi mobil yang dicuri mereka. Sistem bahkan dapatmemberikan user kemampuan untuk mematikan mesin mobil yang dicuri,remote

semua melalui Internet.
” Menurut Herbert, pengendara motor
dengan layanan telematika dipasang dimobil mereka di masa depan dapat melihat informasi telah dialihkan langsungke halaman Web aman

mungkin berisi karakteristik performa kendaraan,termasuk kondisi operasi, jarak tempuh dan diagnostik masalah kode. Link internet nirkabel lain dapat memungkinkan pengecer otomotif untuk menginformasikan kepada pemilik kendaraan melalui e-mail tentang performa

Sumber :


Zulkarnain Nasution, Teknologi Komunikasi Dalam Perspektif Latar Belakang dan Perkembangannya, Buku Kesatu, (Jakarta: FEUI, 1989).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar